Menu

Mode Gelap
Lagi Senang Milih-milih Celana Pak Polisi Datang, Sofyan Ditangkap Tak Berkutik  Tim Unit Reskrim Polsek Kandis Amankan Satu Orang Diduga Pelaku Penyalahgunaan Narkotika Kapolsek Senapelan Dampingi Kapolda Riau Besuk Anak Menderita Penyakit Tulang Kaca Ciptakan Lalu Lintas yang Aman ,Tertib dan Lancar, Satlantas Polres Siak Gelar Program ” Bung Selamat “ Kapolresta Pekanbaru di Wakili Kasat Binmas Serahkan Uang Pembinaan Kepada Atlit dan Pelatih Kota Pekanbaru

Hukrim · 29 Feb 2024 12:10 WIB ·

KPK Beri Sanksi Berat ke 78 ASN Melanggar Kode Etik, Netizen Sebut Seperti Upacara Senin


 Sumber Gambar: mediaindonesia.com Perbesar

Sumber Gambar: mediaindonesia.com

insanjurnalis.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memberikan sanksi berat kepada pegawainya sebanyak 78 orang, dikarenakan melanggar kode etik, dugaan pungli.

Sanksi yang diberikan yakni permintaan maaf secara langsung dan terbuka, permintaan maaf itu langsung disampaikan 78 ASN dengan pernyataan berjanji tidak akan mengulangi lagi. Dikutip dari video unggahan YouTube 2 hari yang lalu.

KPK akan terus berkomitmen untuk meningkatkan integritas seluruh pegawainya, salah satunya dengan pelaksanaan putusan majelis etik, seperti yang diberitakan pegawai yang melanggar membuat pernyataan secara langsung itu.

Kasus pelanggaran kode etik dikatakan masalah serius yang berdampak mencoreng nama baik institusi tersebut, sehingga menghambat kinerja upaya pemberantasan korupsi. Namun, ada 12 pegawai terperiksa akan diputuskan sanksinya oleh Sekjen KPK.

Beragam komentar netizen media sosial, ada yang mengatakan sanksi yang biasa saja dan adapula seperti upacara Senin.

Ketua Dewas KPK, Tumpak Hatorangan Panggabean., menerangkan di press release bahwa sebanyak 90 orang terdiri dari 6 berkas perkara. “Seluruhnya berjumlah 90 orang, sanksi yang diberikan adalah sanksi terberat dengan permohonan maaf secara terbuka dan langsung, jadi mengenai putusan dengan sanksi berat ada 78 pegawai KPK terperiksa,” terangnya.

Sementara itu, ada 12 pegawai KPK lainnya akan diserahkan ke Sekjen KPK untuk diperiksa dan ditindaklanjuti. “Sebab, mereka melakukan pelanggaran sebelum dewan pengawas KPK terbentuk,” jelasnya lagi.***

Artikel ini telah dibaca 24 kali

badge-check

Redaktur

Baca Lainnya

Lagi Senang Milih-milih Celana Pak Polisi Datang, Sofyan Ditangkap Tak Berkutik 

27 Mei 2024 - 16:57 WIB

Tim Unit Reskrim Polsek Kandis Amankan Satu Orang Diduga Pelaku Penyalahgunaan Narkotika

24 Mei 2024 - 02:32 WIB

Kapolresta Pekanbaru di Wakili Kasat Binmas Serahkan Uang Pembinaan Kepada Atlit dan Pelatih Kota Pekanbaru

22 Mei 2024 - 08:03 WIB

Komnas HAM Papua Apresiasi Rekrutmen Polri, Ini 3 Alasannya

21 Mei 2024 - 19:12 WIB

Kapolresta Pekanbaru Bertindak Sebagai Inspektur Upacara Hari Kebangkitan Nasional Ke -116

20 Mei 2024 - 12:12 WIB

Dandim 0322/Siak Letkol Arh Riyanto Budi Nugroho M.Han Hadiri Penganugerahan Rekor MURI Outdoor Lift Pertama di Jambatan TASL

17 Mei 2024 - 08:34 WIB

Trending di Nasional